Rabu, 27 Januari 2010

islam kaffah

Jumat, 08 Januari 2010
ISLAM KAFFAH

JALAN MENUJU CINTA, JALAN MENUJU ISLAM

Kehadiran islam kedunia merupakan kehadiran cinta untuk alam dan seisinya. Dengan seperti itu berarti inti ajaran islam ialah ajaran tentang cinta, orang bersahadat untuk cinta, orang hidup untuk cinta, kita beribadah juga karena cinta, begituindah ajaran islam tentang cinta. Tidak ada makhluk yang hidup didunia ini tanpa adanya cinta. Cinta laksana pembersih terhadap noda – noda kemunafikan, noda – noda kekejaman, noda – noda permusuhan. Itulah cinta yang terkandung dalam islam, cinta hakiki kepada Tuhannya, raihlah cinta dengan segenap daya dan upaya.
Sebuah kesalahan besar apabila ada orang mengatakan bahwa ajaran islam adalah ajaran dengan kekerasan, kekejaman, serta permusuhan, sebagaimana yang dilontarkan oleh para petinggi Amerika dan bala kurawanya atau tokoh – tokoh barat yang tidak suka terhadap islam. Dimana pemerintah Amerika Serikat menjadikan tragedi September, yaitu ketika gedung World Trade Center ( WTC ) simbol supremasi ekonomi dan gedung Pentagon sebagai simbol supremasi militer runtuh tertabrak pesawat, peristiwa ini kemudian digunakan sebagai momen untuk mengecam bahwa agama islam adalah agama teroris, orang islam dianggap musuh dan biang keledai aksi terror yang terjadi pada tanggal 11 September 2001 yang menggemparkan bagi siapapun yang mendengarnya, bahkan umat islam itu sendiri.
Semenjak kejadian tragedi September tersebut, umat islam dibarat dan teristimewa bangsa arab, terkadang diperlakukan secara diskriminatif, penuh kecurigaan, dan cemoohan dengan tanpa perasaan sedikitpun, misalnya salah satu stasiun TV di Amerika ( FOX ) menyatakan bahwa musuh barat yang paling berbahaya ialah mereka yang beragama islam. Pernyataan yang dikeluarkan oleh stasiun tv ini sudah cukup jelas tentunya bahwa agama islam di tuding sebagai agama yang menganjurkan kekerasan dan teror, selain itu juga keadaan yang sama juga dijumpai pada berbagai banyak kesempatan, dimana tokoh – tokoh barat secara terang – terangan mendiskreditkan islam. Contoh nyata yang dapat kita temukan terjadi pada sosok tokoh politik Belanda, pim fortuyn, yang mati terbunuh karena pandangan – pandangan rasionalnya terutama terhadap islam dan umat islam.
Tidak kalah dengan tokoh politik Belanda, pim fortuyn, nada yang serupapun dikeluarkan oleh seorang penulis prancis bernama michel Houellebeck, secara terbuka ia menuduh islam sebagai “ stupid religion “ ( agama bodoh ) dan umat islam dengan sendirinya adalah suatu “ penganut agama bodoh “. Dengan adanya tragedi September tersebut, akhirnya keluarlah kebijakan dari pemerintah Amerika Serikat yang memojokkan umat islam, dimana setiap pendatang berasal dari dunia islam harus menunggu sangat lama untuk memperoleh visa, para mahasiswa dari dunia islam yang kembali dari berlibur untuk kembali melanjutkan studinya di Amerika Serikat. Akibatnya, tidak sedikit warga muslim khususnya arab, yang meninggalkan Amerika Serikat dan kembali kekampung halamannya karena merasa terhina, terpojok, bahkan ada yang terganggu harga dirinya dari keselamatannya.
Disamping itu juga pemerintah Amerika Serikat menetapkan terhadap 15 negara berpenduduk muslim sebagai Negara yang mempunyai kaitannya dengan kelompok teroris. Begitu besar dampak dari tragedi September tersbut terhadap dunia islam, dimana setiap pemuka agama islam didunia ini berupaya untuk menepis tuduhan – tuduhan keji yang dilontarkan oleh orang – orang barat dalam hal ini ialah pemerintah Amerika. Salah satu Negara yang memberikan reaksi balik yaitu Malaysia, secara tegas Malaysia mengecam kebijakan dari pemerintah Amerika Serikat , karena Malaysia termasuk kategori Negara yang diberlakukan secara khusus di Amerika, dimana wakil perdana menteri Malaysia dibandara Las Angeles yang mendapat pemeriksaan yang sangat ketat oleh aparat keamanan Amerika Serikat.
Banyaknya seminar – seminar yang digelar didunia islam, didalamnya untuk menjelaskan ajaran islam, dimana ajaran islam tidak pernah mengajarkan apalagi menganjurkan adanya tindak kekerasan. Tuduhan – tuduhan yang dilontarkan kepada umat muslim, merupakan salah satu tanda ketidak kurangtahuannya pemerintah Amerika Serikat bahwa islam adalah masyarakat anti teroris dan muslim merupakan masyarakat toleran.
Setelah berlalu satu tahun lebih, tragedi septmber tersebut banyak pikiran – pikiran mulai memperhatikan ajaran islam, ini terbukti dengan adanya masyarakat Amerika itu sendiri ikut bergabung dalam barisan islam, sebuah fenomena yang sangat ironi sekali, dimana tuduhan yang dilontarkan kepada islam tidak menjadi berkurang penganutnya, tetapi menjadi lebih meningkat drastis khususunya di Amerika Serikat sendiri .
Fenomena ini menjadi sebuah gambaran buat kita semua bahwa islam memanglah bukanlah sebuah agama yang mengajarkan kekerasan, kekejaman serta permusuhan, tetapi islam merupakan sebuah agama cinta, agama toleran dan agama kasih sayang. Melalui fenomena banyaknya orang – orang yang masuk dalam barisan islam, ini berarti ajaran islam tentang cinta telah masuk kecelah – celah tulang rusuk, melalui aliran darah yang mengalir, melalui hirupan nafas yang masuk kesanubarinya, dan kemudian meleburlah ajaran cinta tersebut menjadi satu dalam dirinya.
Melalui jalan cinta kita menuju islam, melalui islam kita mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat, hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Al – Ghazali, cinta merupakan benih kebahagiaan, dan kebahagiaan adalah tujuan akhir seorang sufi sebagai buah pengenalan terhadap Tuhannya, karena islam bukanlah agama yang mementingkan dunia saja atau akhirat saja, tetapi islam agama penyeimbang diantara keduanya yaitu dunia dan akhirat.
Islam agama yang mengajarkan akan cinta kasih sayang bukanlah agama yang mengedepankan kekerasan, memang benar didalam islam ada kekerasan, tetapi bukan kekerasan sebagaimana dilontarkan oleh para musuh – musuh islam, tetapi kekerasan disini merupakan suatu alat untuk menegakkan keadilan yaitu sebagai pembela orang – orang lemah dan tertindas dari berbagai kejahatan dan ketidakadilan serta orang – orang yang membutuhkan pertolongan tanpa melihat latar belakang dan status.
Dan memang benar pula bahwa didalam islam juga ada anjuran tentang berjihad, tetapi perlu kita tekankan disini, bahwa apa yang dimaksud jihad itu sangatlah luas, kita tidak boleh mengartikan jihad itu secara sempit, karena pengertian jihad didalam islam itu sangat luas bentuknya, diantaranya ada jihad amwal ( harta ), jihad pendidikan dan pengajaran, dan masih banyak lagi jihad – jihad yang lain, jadi pengertian jihad itu sangat luas tidak sesempit dalam pikian orang – orang yang benci akan keagungan agama islam.
Jihad pada ajaran islam adalah jihad berdasarkan terhadap kecintaan untuk melindungi orang – orang lemah yang tertindas baik dari fisik, harta maupun jiwanya. Cinta merupakan suatu kepadulian yang sangat besar, oleh karenanya sangatlah tidak mengherankan sekali manakala banyak orang – orang non muslim berbondong – bondong untuk memeluk islam , sebab cinta pada islam merupakan sebuah cinta yang kompleks, mencakup berbagai elemen kehidupan manusia dari terkecil hingga terbesar. Fenomena tragedi September merupakan yang dapat kita ambil dari nilai positif runtuhnya simbol supremasi Amerika Serikat, tragedi tersebut tanpa disadari telah mengundang rasa keingintahuannya atas islam dan ajarannya.
Keberadaan agama islam adalah membentuk suatu tatanan kehidupan manusia yang harmonis, damai dan sejahtera. Nilai – nilai inilah yang menjadikan agama islam bersifat universal dan inklusif, sebab islam itu turun kedunia ini untuk pedoman umat manusia, bukan sebagai terorisme sebagaimana dilontarkan oleh musuh – musuh islam.
Disamping itu juga islam merupakan agama moralitas yang selalu menghargai hak – hak setiap individu, tentunya islam sebagai agama moralitas jauh dari prasangka – prasangka negatif, yaitu prasngka yang mengatakan bahwa ajaran agama islam adalah ajaran didalamnya menganjurkan suatu kekerasan terhadap orang lain. Prasangka keliru ini begitu bertentangan dengan pandangan islam itu sendiri, dimana pandangan islam itu berbunyi bahwa manusia dibangun atas dasar kebersamaan, kebebasan dan persamaan derajat. Ini artinya bahwa didalam islam tidak mengenal strata sosial dimasyarakat sehingga islampun mudah diterima dikalangan masyarakat bawah maupun masyarakat atas. Oleh karena itulah islam menjadi rujukan dalam mencari kebenaran.
Islam sebagai agama yang harmonis, dapat dibuktikan dengan adanya pelaksanaan ibadah haji, dimana ibadah haji merupakan wujud tanda dari keharmonisan islam. Pelaksanaan yang terjadi setiap satu tahun sekali ini memiliki sisi humanisme yang tidak kalah penting. Dimana haji dilaksanakan dengan pakaian, doa, waktu dan tempat yang sama. Sejarahpun mencatat ketika haji wada ( perpisahan ) Nabi Muhammad memberikan khutbahnya berbunyi “ Ayyuhannas inna di ma’akum wa amwalakum wa ‘iradlakum haramun ‘alaikum kahurmatikum hadza fi syahrikum hadza fib aladikum hadza “. Artinya wahai manusia dari berbagai agama, etnis,dan golongan apapun, sesungguhnya darah, harta dan kehormatan kalian sangat dimuliakan, sebagaimana mulianya hari ini, hari ‘arafah, bulain ini , bulan Dzulhijjah dan negeri ini, makkah. Khutbah yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW merupakan ajakan kepada semua umat manusia untuk menjunjung tinggi hak asasi manusia serta bersikap hamonis. Nabi juga mengatakan bahwa barangsiapa tidak menghargai hak asasi manusia, berarti ia telah menodai kemuliaan hari ‘ arafah bukan Dzulhijjah dan kesucian kota makah. Dengan seperti itu tidak dapat disangsikan bahwasanya agama islam merupakan agama rahmat untuk semua makhluk Tuhan.
Bukti yang telah diuraikan diatas merupakan cerminan tentang ajaran islam bahwa islam mengajarkan sikap ramah terhadap sesama, saling berderma, saling membantu, dan hilanglah penghalang antara kulit putih dengan orang bekulit hitam, hilang pula strata sosial yang ada antara berpangkat dengan orang tidak berpangkat , inilah ajaran islam yang sebenarnya, karena dalam kerangka penyempurnaan moralitas manusia. Nabi pernah bersabda ad – din yusrun ( agama itu kemudahan ) dan agama itu melihat manusia dari dimensi tubuh dan jiwanya. Oleh karenanya agama islam merumuskan tatanan, aturan serta petunjuk bersifat komprehensif.
Selain itu juga teks tersebut diatas menunjukan sebuah sikap tentang “ kasalafiyahan “. Yaitu bahwa kesempurnaan keislaman seseorang harus disertai dengan upaya penghormatan atas jiwa dengan menghindarkan segala bentuk kekerasan dan intimidasi, penghormatan atas hak milik ( properti ) serta profesi seseorang. Jelasnya bahwa penghormatan atas nilai – nilai dan hak asasi manusia ( HAM ) merupakan bagian dalam ajaran islam. Kehadiran islam pamungkas dari agama – agama samawi. Ia memiliki atsar ( peninggalan, bekas ) yang begitu kuatnya untuk mendongkrak nilai – nilai kehidupan, moralitas ( akhlak ) ataupun suatu suri teladan yang baik. Maka dengan teladan yang luhur dan al – akhlaq al – karimah. Dengan tujuan yang dicapainya adalah untuk meninggikan martabat manusia menuju pada kebahagiaan dunia dan akhirat.
Tentang Penulis
Kusworo adalah Mahasiswa Jurusan Dakwah Prodi Bimbingan Konseling Islam di sebuah perguruan tinggi islam yaitu Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri ( STAIN ) Purwokerto, dikampus penulis aktif di LPM OBSESI. Alamat Tempat Tinggal Jln. A. Djaelani gang gunung Cermai Rt 01 / 02. HP. 083862447884. E-Mail : worocerdas@gmail.com. Facebook: worojenius@gmail.com. Blog: sijeniusworo.blogspot.com
DAFTAR PUSTAKA
Jazil, saiful dkk. 2000. Senandung Cinta Jalaluddin Rumi. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.
Shihab, alwi. 2004. Membedah Islam diBarat Menepis Tudingan Meluruskan Kesalahpahaman. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Siroj, Said Aqil. 2006. Tasawuf sebagai kritik sosial. PT MIzan Pustaka. Bandung.
Almascaty, Hilmy Bakar. 2001. Panduan Jihad. Gema Insani Press. Jakarta.

Diposkan oleh KUSWORO di 08:03

Tidak ada komentar:

Posting Komentar