MENIKMATI KEGAGALAN
Mengalami kegagalan ibarat mengunyah bratawali pahit rasanya dan sangat tidak enak. Celah itu tetap ada : Sejarah islam pernah menggoreskan prestasi hebat seorang ilmuwan Hasan bin Al-Haitsman. Seorang ilmuwan muslim yang pertama menggunakan pendekatan modern dalam studinya dibalik semua ini kisah hebat itu beliau tetap manusia dan pernah terpuruk dalam kegagalan “ Bahkan beliau sempat dipenjara dan dikucilkan antara tahun 1011-1021 setelah gagal menyelesaikan tugas yang diberikan oleh kholifah yang memintanya menyelessaikan masalah tentang pengaturan banjir sungai Nil dia baru dibebaskan setelah kholifah yang menghukumnya meninggal.
Kisah ini mengajarkan bahwa pantang menyerah adalah ciri orang yang sukses.l kegagalan dimaknai sebagai waktu untuk istirahat. Al-Haitsman telah membuktikan beliau berhasil menyusun 100 penelitian ilmiah dalam berbagai topic dibidang fisika dan metafisika
Kegagalan adalah saat yang tepat untuk muhasabah dan mengevaluasi ataukah kita telah mengambil jalan yang tepat/tidak? Ini juga merupakan evaluasi dan mengenali potensi yang tependam. Bisa jadi kelebihan itu tidak terlihat karena kita terlalu foklus pada hal-hal lain. Kenalilah diri sendiri dan fokuslah pada kelebihan anda.
CARA YANG PALING AMPUH :
Proses menuju beberhasilan begitu berliku dan unik mereka memaknai kegagalan sebagai salah satu bagian dari rangkain proses keberhasilan kegagalan adalah bahan evaluasi . Seorang musllim boleh gagal karena gagal adalah guru yang pang paling berharga. Keberhasilaln membawa kebahagiaan dan kegagalan memberi ilmu dan pengalaman yang berguna bagi dirinya dan orang lain
“ Seorang tidak gagal dua kali kelubang yang sama “ ( HR. Bukhori )
Kegagalan yang terjadi sebelum usaha maksimal sepertinya bukanlah kegagan tapi konsekuensi logis, kegagalan memang menyakitkan karenanya diperlukan manajeman berfikir yang baik untuk mengolah shock akibat kegagaln. Harapannya agar kegagalkan tersebut menjadi batu lincatan menuju kesuksesan dan bukan batu yang mengeluarkan kepada ktterpurukan
Dua perkara yang mesti tempuh agar Qolbu tidak ditimpa barril yang menghalanginya untuk mengamalkan kebaikan
Hendaknya bersungguh untuk mkengamlakan ilmunyasepat mungkin
Memohon pertongan kepada Allah agar hati kita ditetapkank dalam agama-Nya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar