Jumat, 08 Januari 2010
ISLAM KAFFAH
JALAN MENUJU CINTA, JALAN MENUJU ISLAM
Kehadiran islam kedunia merupakan kehadiran cinta untuk alam dan seisinya. Dengan seperti itu berarti inti ajaran islam ialah ajaran tentang cinta, orang bersahadat untuk cinta, orang hidup untuk cinta, kita beribadah juga karena cinta, begituindah ajaran islam tentang cinta. Tidak ada makhluk yang hidup didunia ini tanpa adanya cinta. Cinta laksana pembersih terhadap noda – noda kemunafikan, noda – noda kekejaman, noda – noda permusuhan. Itulah cinta yang terkandung dalam islam, cinta hakiki kepada Tuhannya, raihlah cinta dengan segenap daya dan upaya.
Sebuah kesalahan besar apabila ada orang mengatakan bahwa ajaran islam adalah ajaran dengan kekerasan, kekejaman, serta permusuhan, sebagaimana yang dilontarkan oleh para petinggi Amerika dan bala kurawanya atau tokoh – tokoh barat yang tidak suka terhadap islam. Dimana pemerintah Amerika Serikat menjadikan tragedi September, yaitu ketika gedung World Trade Center ( WTC ) simbol supremasi ekonomi dan gedung Pentagon sebagai simbol supremasi militer runtuh tertabrak pesawat, peristiwa ini kemudian digunakan sebagai momen untuk mengecam bahwa agama islam adalah agama teroris, orang islam dianggap musuh dan biang keledai aksi terror yang terjadi pada tanggal 11 September 2001 yang menggemparkan bagi siapapun yang mendengarnya, bahkan umat islam itu sendiri.
Semenjak kejadian tragedi September tersebut, umat islam dibarat dan teristimewa bangsa arab, terkadang diperlakukan secara diskriminatif, penuh kecurigaan, dan cemoohan dengan tanpa perasaan sedikitpun, misalnya salah satu stasiun TV di Amerika ( FOX ) menyatakan bahwa musuh barat yang paling berbahaya ialah mereka yang beragama islam. Pernyataan yang dikeluarkan oleh stasiun tv ini sudah cukup jelas tentunya bahwa agama islam di tuding sebagai agama yang menganjurkan kekerasan dan teror, selain itu juga keadaan yang sama juga dijumpai pada berbagai banyak kesempatan, dimana tokoh – tokoh barat secara terang – terangan mendiskreditkan islam. Contoh nyata yang dapat kita temukan terjadi pada sosok tokoh politik Belanda, pim fortuyn, yang mati terbunuh karena pandangan – pandangan rasionalnya terutama terhadap islam dan umat islam.
Tidak kalah dengan tokoh politik Belanda, pim fortuyn, nada yang serupapun dikeluarkan oleh seorang penulis prancis bernama michel Houellebeck, secara terbuka ia menuduh islam sebagai “ stupid religion “ ( agama bodoh ) dan umat islam dengan sendirinya adalah suatu “ penganut agama bodoh “. Dengan adanya tragedi September tersebut, akhirnya keluarlah kebijakan dari pemerintah Amerika Serikat yang memojokkan umat islam, dimana setiap pendatang berasal dari dunia islam harus menunggu sangat lama untuk memperoleh visa, para mahasiswa dari dunia islam yang kembali dari berlibur untuk kembali melanjutkan studinya di Amerika Serikat. Akibatnya, tidak sedikit warga muslim khususnya arab, yang meninggalkan Amerika Serikat dan kembali kekampung halamannya karena merasa terhina, terpojok, bahkan ada yang terganggu harga dirinya dari keselamatannya.
Disamping itu juga pemerintah Amerika Serikat menetapkan terhadap 15 negara berpenduduk muslim sebagai Negara yang mempunyai kaitannya dengan kelompok teroris. Begitu besar dampak dari tragedi September tersbut terhadap dunia islam, dimana setiap pemuka agama islam didunia ini berupaya untuk menepis tuduhan – tuduhan keji yang dilontarkan oleh orang – orang barat dalam hal ini ialah pemerintah Amerika. Salah satu Negara yang memberikan reaksi balik yaitu Malaysia, secara tegas Malaysia mengecam kebijakan dari pemerintah Amerika Serikat , karena Malaysia termasuk kategori Negara yang diberlakukan secara khusus di Amerika, dimana wakil perdana menteri Malaysia dibandara Las Angeles yang mendapat pemeriksaan yang sangat ketat oleh aparat keamanan Amerika Serikat.
Banyaknya seminar – seminar yang digelar didunia islam, didalamnya untuk menjelaskan ajaran islam, dimana ajaran islam tidak pernah mengajarkan apalagi menganjurkan adanya tindak kekerasan. Tuduhan – tuduhan yang dilontarkan kepada umat muslim, merupakan salah satu tanda ketidak kurangtahuannya pemerintah Amerika Serikat bahwa islam adalah masyarakat anti teroris dan muslim merupakan masyarakat toleran.
Setelah berlalu satu tahun lebih, tragedi septmber tersebut banyak pikiran – pikiran mulai memperhatikan ajaran islam, ini terbukti dengan adanya masyarakat Amerika itu sendiri ikut bergabung dalam barisan islam, sebuah fenomena yang sangat ironi sekali, dimana tuduhan yang dilontarkan kepada islam tidak menjadi berkurang penganutnya, tetapi menjadi lebih meningkat drastis khususunya di Amerika Serikat sendiri .
Fenomena ini menjadi sebuah gambaran buat kita semua bahwa islam memanglah bukanlah sebuah agama yang mengajarkan kekerasan, kekejaman serta permusuhan, tetapi islam merupakan sebuah agama cinta, agama toleran dan agama kasih sayang. Melalui fenomena banyaknya orang – orang yang masuk dalam barisan islam, ini berarti ajaran islam tentang cinta telah masuk kecelah – celah tulang rusuk, melalui aliran darah yang mengalir, melalui hirupan nafas yang masuk kesanubarinya, dan kemudian meleburlah ajaran cinta tersebut menjadi satu dalam dirinya.
Melalui jalan cinta kita menuju islam, melalui islam kita mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat, hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Al – Ghazali, cinta merupakan benih kebahagiaan, dan kebahagiaan adalah tujuan akhir seorang sufi sebagai buah pengenalan terhadap Tuhannya, karena islam bukanlah agama yang mementingkan dunia saja atau akhirat saja, tetapi islam agama penyeimbang diantara keduanya yaitu dunia dan akhirat.
Islam agama yang mengajarkan akan cinta kasih sayang bukanlah agama yang mengedepankan kekerasan, memang benar didalam islam ada kekerasan, tetapi bukan kekerasan sebagaimana dilontarkan oleh para musuh – musuh islam, tetapi kekerasan disini merupakan suatu alat untuk menegakkan keadilan yaitu sebagai pembela orang – orang lemah dan tertindas dari berbagai kejahatan dan ketidakadilan serta orang – orang yang membutuhkan pertolongan tanpa melihat latar belakang dan status.
Dan memang benar pula bahwa didalam islam juga ada anjuran tentang berjihad, tetapi perlu kita tekankan disini, bahwa apa yang dimaksud jihad itu sangatlah luas, kita tidak boleh mengartikan jihad itu secara sempit, karena pengertian jihad didalam islam itu sangat luas bentuknya, diantaranya ada jihad amwal ( harta ), jihad pendidikan dan pengajaran, dan masih banyak lagi jihad – jihad yang lain, jadi pengertian jihad itu sangat luas tidak sesempit dalam pikian orang – orang yang benci akan keagungan agama islam.
Jihad pada ajaran islam adalah jihad berdasarkan terhadap kecintaan untuk melindungi orang – orang lemah yang tertindas baik dari fisik, harta maupun jiwanya. Cinta merupakan suatu kepadulian yang sangat besar, oleh karenanya sangatlah tidak mengherankan sekali manakala banyak orang – orang non muslim berbondong – bondong untuk memeluk islam , sebab cinta pada islam merupakan sebuah cinta yang kompleks, mencakup berbagai elemen kehidupan manusia dari terkecil hingga terbesar. Fenomena tragedi September merupakan yang dapat kita ambil dari nilai positif runtuhnya simbol supremasi Amerika Serikat, tragedi tersebut tanpa disadari telah mengundang rasa keingintahuannya atas islam dan ajarannya.
Keberadaan agama islam adalah membentuk suatu tatanan kehidupan manusia yang harmonis, damai dan sejahtera. Nilai – nilai inilah yang menjadikan agama islam bersifat universal dan inklusif, sebab islam itu turun kedunia ini untuk pedoman umat manusia, bukan sebagai terorisme sebagaimana dilontarkan oleh musuh – musuh islam.
Disamping itu juga islam merupakan agama moralitas yang selalu menghargai hak – hak setiap individu, tentunya islam sebagai agama moralitas jauh dari prasangka – prasangka negatif, yaitu prasngka yang mengatakan bahwa ajaran agama islam adalah ajaran didalamnya menganjurkan suatu kekerasan terhadap orang lain. Prasangka keliru ini begitu bertentangan dengan pandangan islam itu sendiri, dimana pandangan islam itu berbunyi bahwa manusia dibangun atas dasar kebersamaan, kebebasan dan persamaan derajat. Ini artinya bahwa didalam islam tidak mengenal strata sosial dimasyarakat sehingga islampun mudah diterima dikalangan masyarakat bawah maupun masyarakat atas. Oleh karena itulah islam menjadi rujukan dalam mencari kebenaran.
Islam sebagai agama yang harmonis, dapat dibuktikan dengan adanya pelaksanaan ibadah haji, dimana ibadah haji merupakan wujud tanda dari keharmonisan islam. Pelaksanaan yang terjadi setiap satu tahun sekali ini memiliki sisi humanisme yang tidak kalah penting. Dimana haji dilaksanakan dengan pakaian, doa, waktu dan tempat yang sama. Sejarahpun mencatat ketika haji wada ( perpisahan ) Nabi Muhammad memberikan khutbahnya berbunyi “ Ayyuhannas inna di ma’akum wa amwalakum wa ‘iradlakum haramun ‘alaikum kahurmatikum hadza fi syahrikum hadza fib aladikum hadza “. Artinya wahai manusia dari berbagai agama, etnis,dan golongan apapun, sesungguhnya darah, harta dan kehormatan kalian sangat dimuliakan, sebagaimana mulianya hari ini, hari ‘arafah, bulain ini , bulan Dzulhijjah dan negeri ini, makkah. Khutbah yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW merupakan ajakan kepada semua umat manusia untuk menjunjung tinggi hak asasi manusia serta bersikap hamonis. Nabi juga mengatakan bahwa barangsiapa tidak menghargai hak asasi manusia, berarti ia telah menodai kemuliaan hari ‘ arafah bukan Dzulhijjah dan kesucian kota makah. Dengan seperti itu tidak dapat disangsikan bahwasanya agama islam merupakan agama rahmat untuk semua makhluk Tuhan.
Bukti yang telah diuraikan diatas merupakan cerminan tentang ajaran islam bahwa islam mengajarkan sikap ramah terhadap sesama, saling berderma, saling membantu, dan hilanglah penghalang antara kulit putih dengan orang bekulit hitam, hilang pula strata sosial yang ada antara berpangkat dengan orang tidak berpangkat , inilah ajaran islam yang sebenarnya, karena dalam kerangka penyempurnaan moralitas manusia. Nabi pernah bersabda ad – din yusrun ( agama itu kemudahan ) dan agama itu melihat manusia dari dimensi tubuh dan jiwanya. Oleh karenanya agama islam merumuskan tatanan, aturan serta petunjuk bersifat komprehensif.
Selain itu juga teks tersebut diatas menunjukan sebuah sikap tentang “ kasalafiyahan “. Yaitu bahwa kesempurnaan keislaman seseorang harus disertai dengan upaya penghormatan atas jiwa dengan menghindarkan segala bentuk kekerasan dan intimidasi, penghormatan atas hak milik ( properti ) serta profesi seseorang. Jelasnya bahwa penghormatan atas nilai – nilai dan hak asasi manusia ( HAM ) merupakan bagian dalam ajaran islam. Kehadiran islam pamungkas dari agama – agama samawi. Ia memiliki atsar ( peninggalan, bekas ) yang begitu kuatnya untuk mendongkrak nilai – nilai kehidupan, moralitas ( akhlak ) ataupun suatu suri teladan yang baik. Maka dengan teladan yang luhur dan al – akhlaq al – karimah. Dengan tujuan yang dicapainya adalah untuk meninggikan martabat manusia menuju pada kebahagiaan dunia dan akhirat.
Tentang Penulis
Kusworo adalah Mahasiswa Jurusan Dakwah Prodi Bimbingan Konseling Islam di sebuah perguruan tinggi islam yaitu Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri ( STAIN ) Purwokerto, dikampus penulis aktif di LPM OBSESI. Alamat Tempat Tinggal Jln. A. Djaelani gang gunung Cermai Rt 01 / 02. HP. 083862447884. E-Mail : worocerdas@gmail.com. Facebook: worojenius@gmail.com. Blog: sijeniusworo.blogspot.com
DAFTAR PUSTAKA
Jazil, saiful dkk. 2000. Senandung Cinta Jalaluddin Rumi. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.
Shihab, alwi. 2004. Membedah Islam diBarat Menepis Tudingan Meluruskan Kesalahpahaman. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Siroj, Said Aqil. 2006. Tasawuf sebagai kritik sosial. PT MIzan Pustaka. Bandung.
Almascaty, Hilmy Bakar. 2001. Panduan Jihad. Gema Insani Press. Jakarta.
Diposkan oleh KUSWORO di 08:03
Rabu, 27 Januari 2010
Jumat, 08 Januari 2010
ARTI KEGAGALAN
MENIKMATI KEGAGALAN
Mengalami kegagalan ibarat mengunyah bratawali pahit rasanya dan sangat tidak enak. Celah itu tetap ada : Sejarah islam pernah menggoreskan prestasi hebat seorang ilmuwan Hasan bin Al-Haitsman. Seorang ilmuwan muslim yang pertama menggunakan pendekatan modern dalam studinya dibalik semua ini kisah hebat itu beliau tetap manusia dan pernah terpuruk dalam kegagalan “ Bahkan beliau sempat dipenjara dan dikucilkan antara tahun 1011-1021 setelah gagal menyelesaikan tugas yang diberikan oleh kholifah yang memintanya menyelessaikan masalah tentang pengaturan banjir sungai Nil dia baru dibebaskan setelah kholifah yang menghukumnya meninggal.
Kisah ini mengajarkan bahwa pantang menyerah adalah ciri orang yang sukses.l kegagalan dimaknai sebagai waktu untuk istirahat. Al-Haitsman telah membuktikan beliau berhasil menyusun 100 penelitian ilmiah dalam berbagai topic dibidang fisika dan metafisika
Kegagalan adalah saat yang tepat untuk muhasabah dan mengevaluasi ataukah kita telah mengambil jalan yang tepat/tidak? Ini juga merupakan evaluasi dan mengenali potensi yang tependam. Bisa jadi kelebihan itu tidak terlihat karena kita terlalu foklus pada hal-hal lain. Kenalilah diri sendiri dan fokuslah pada kelebihan anda.
CARA YANG PALING AMPUH :
Proses menuju beberhasilan begitu berliku dan unik mereka memaknai kegagalan sebagai salah satu bagian dari rangkain proses keberhasilan kegagalan adalah bahan evaluasi . Seorang musllim boleh gagal karena gagal adalah guru yang pang paling berharga. Keberhasilaln membawa kebahagiaan dan kegagalan memberi ilmu dan pengalaman yang berguna bagi dirinya dan orang lain
“ Seorang tidak gagal dua kali kelubang yang sama “ ( HR. Bukhori )
Kegagalan yang terjadi sebelum usaha maksimal sepertinya bukanlah kegagan tapi konsekuensi logis, kegagalan memang menyakitkan karenanya diperlukan manajeman berfikir yang baik untuk mengolah shock akibat kegagaln. Harapannya agar kegagalkan tersebut menjadi batu lincatan menuju kesuksesan dan bukan batu yang mengeluarkan kepada ktterpurukan
Dua perkara yang mesti tempuh agar Qolbu tidak ditimpa barril yang menghalanginya untuk mengamalkan kebaikan
Hendaknya bersungguh untuk mkengamlakan ilmunyasepat mungkin
Memohon pertongan kepada Allah agar hati kita ditetapkank dalam agama-Nya
ISLAM KAFFAH
JALAN MENUJU CINTA, JALAN MENUJU ISLAM
Kehadiran islam kedunia merupakan kehadiran cinta untuk alam dan seisinya. Dengan seperti itu berarti inti ajaran islam ialah ajaran tentang cinta, orang bersahadat untuk cinta, orang hidup untuk cinta, kita beribadah juga karena cinta, begituindah ajaran islam tentang cinta. Tidak ada makhluk yang hidup didunia ini tanpa adanya cinta. Cinta laksana pembersih terhadap noda – noda kemunafikan, noda – noda kekejaman, noda – noda permusuhan. Itulah cinta yang terkandung dalam islam, cinta hakiki kepada Tuhannya, raihlah cinta dengan segenap daya dan upaya.
Sebuah kesalahan besar apabila ada orang mengatakan bahwa ajaran islam adalah ajaran dengan kekerasan, kekejaman, serta permusuhan, sebagaimana yang dilontarkan oleh para petinggi Amerika dan bala kurawanya atau tokoh – tokoh barat yang tidak suka terhadap islam. Dimana pemerintah Amerika Serikat menjadikan tragedi September, yaitu ketika gedung World Trade Center ( WTC ) simbol supremasi ekonomi dan gedung Pentagon sebagai simbol supremasi militer runtuh tertabrak pesawat, peristiwa ini kemudian digunakan sebagai momen untuk mengecam bahwa agama islam adalah agama teroris, orang islam dianggap musuh dan biang keledai aksi terror yang terjadi pada tanggal 11 September 2001 yang menggemparkan bagi siapapun yang mendengarnya, bahkan umat islam itu sendiri.
Semenjak kejadian tragedi September tersebut, umat islam dibarat dan teristimewa bangsa arab, terkadang diperlakukan secara diskriminatif, penuh kecurigaan, dan cemoohan dengan tanpa perasaan sedikitpun, misalnya salah satu stasiun TV di Amerika ( FOX ) menyatakan bahwa musuh barat yang paling berbahaya ialah mereka yang beragama islam. Pernyataan yang dikeluarkan oleh stasiun tv ini sudah cukup jelas tentunya bahwa agama islam di tuding sebagai agama yang menganjurkan kekerasan dan teror, selain itu juga keadaan yang sama juga dijumpai pada berbagai banyak kesempatan, dimana tokoh – tokoh barat secara terang – terangan mendiskreditkan islam. Contoh nyata yang dapat kita temukan terjadi pada sosok tokoh politik Belanda, pim fortuyn, yang mati terbunuh karena pandangan – pandangan rasionalnya terutama terhadap islam dan umat islam.
Tidak kalah dengan tokoh politik Belanda, pim fortuyn, nada yang serupapun dikeluarkan oleh seorang penulis prancis bernama michel Houellebeck, secara terbuka ia menuduh islam sebagai “ stupid religion “ ( agama bodoh ) dan umat islam dengan sendirinya adalah suatu “ penganut agama bodoh “. Dengan adanya tragedi September tersebut, akhirnya keluarlah kebijakan dari pemerintah Amerika Serikat yang memojokkan umat islam, dimana setiap pendatang berasal dari dunia islam harus menunggu sangat lama untuk memperoleh visa, para mahasiswa dari dunia islam yang kembali dari berlibur untuk kembali melanjutkan studinya di Amerika Serikat. Akibatnya, tidak sedikit warga muslim khususnya arab, yang meninggalkan Amerika Serikat dan kembali kekampung halamannya karena merasa terhina, terpojok, bahkan ada yang terganggu harga dirinya dari keselamatannya.
Disamping itu juga pemerintah Amerika Serikat menetapkan terhadap 15 negara berpenduduk muslim sebagai Negara yang mempunyai kaitannya dengan kelompok teroris. Begitu besar dampak dari tragedi September tersbut terhadap dunia islam, dimana setiap pemuka agama islam didunia ini berupaya untuk menepis tuduhan – tuduhan keji yang dilontarkan oleh orang – orang barat dalam hal ini ialah pemerintah Amerika. Salah satu Negara yang memberikan reaksi balik yaitu Malaysia, secara tegas Malaysia mengecam kebijakan dari pemerintah Amerika Serikat , karena Malaysia termasuk kategori Negara yang diberlakukan secara khusus di Amerika, dimana wakil perdana menteri Malaysia dibandara Las Angeles yang mendapat pemeriksaan yang sangat ketat oleh aparat keamanan Amerika Serikat.
Banyaknya seminar – seminar yang digelar didunia islam, didalamnya untuk menjelaskan ajaran islam, dimana ajaran islam tidak pernah mengajarkan apalagi menganjurkan adanya tindak kekerasan. Tuduhan – tuduhan yang dilontarkan kepada umat muslim, merupakan salah satu tanda ketidak kurangtahuannya pemerintah Amerika Serikat bahwa islam adalah masyarakat anti teroris dan muslim merupakan masyarakat toleran.
Setelah berlalu satu tahun lebih, tragedi septmber tersebut banyak pikiran – pikiran mulai memperhatikan ajaran islam, ini terbukti dengan adanya masyarakat Amerika itu sendiri ikut bergabung dalam barisan islam, sebuah fenomena yang sangat ironi sekali, dimana tuduhan yang dilontarkan kepada islam tidak menjadi berkurang penganutnya, tetapi menjadi lebih meningkat drastis khususunya di Amerika Serikat sendiri .
Fenomena ini menjadi sebuah gambaran buat kita semua bahwa islam memanglah bukanlah sebuah agama yang mengajarkan kekerasan, kekejaman serta permusuhan, tetapi islam merupakan sebuah agama cinta, agama toleran dan agama kasih sayang. Melalui fenomena banyaknya orang – orang yang masuk dalam barisan islam, ini berarti ajaran islam tentang cinta telah masuk kecelah – celah tulang rusuk, melalui aliran darah yang mengalir, melalui hirupan nafas yang masuk kesanubarinya, dan kemudian meleburlah ajaran cinta tersebut menjadi satu dalam dirinya.
Melalui jalan cinta kita menuju islam, melalui islam kita mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat, hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Al – Ghazali, cinta merupakan benih kebahagiaan, dan kebahagiaan adalah tujuan akhir seorang sufi sebagai buah pengenalan terhadap Tuhannya, karena islam bukanlah agama yang mementingkan dunia saja atau akhirat saja, tetapi islam agama penyeimbang diantara keduanya yaitu dunia dan akhirat.
Islam agama yang mengajarkan akan cinta kasih sayang bukanlah agama yang mengedepankan kekerasan, memang benar didalam islam ada kekerasan, tetapi bukan kekerasan sebagaimana dilontarkan oleh para musuh – musuh islam, tetapi kekerasan disini merupakan suatu alat untuk menegakkan keadilan yaitu sebagai pembela orang – orang lemah dan tertindas dari berbagai kejahatan dan ketidakadilan serta orang – orang yang membutuhkan pertolongan tanpa melihat latar belakang dan status.
Dan memang benar pula bahwa didalam islam juga ada anjuran tentang berjihad, tetapi perlu kita tekankan disini, bahwa apa yang dimaksud jihad itu sangatlah luas, kita tidak boleh mengartikan jihad itu secara sempit, karena pengertian jihad didalam islam itu sangat luas bentuknya, diantaranya ada jihad amwal ( harta ), jihad pendidikan dan pengajaran, dan masih banyak lagi jihad – jihad yang lain, jadi pengertian jihad itu sangat luas tidak sesempit dalam pikian orang – orang yang benci akan keagungan agama islam.
Jihad pada ajaran islam adalah jihad berdasarkan terhadap kecintaan untuk melindungi orang – orang lemah yang tertindas baik dari fisik, harta maupun jiwanya. Cinta merupakan suatu kepadulian yang sangat besar, oleh karenanya sangatlah tidak mengherankan sekali manakala banyak orang – orang non muslim berbondong – bondong untuk memeluk islam , sebab cinta pada islam merupakan sebuah cinta yang kompleks, mencakup berbagai elemen kehidupan manusia dari terkecil hingga terbesar. Fenomena tragedi September merupakan yang dapat kita ambil dari nilai positif runtuhnya simbol supremasi Amerika Serikat, tragedi tersebut tanpa disadari telah mengundang rasa keingintahuannya atas islam dan ajarannya.
Keberadaan agama islam adalah membentuk suatu tatanan kehidupan manusia yang harmonis, damai dan sejahtera. Nilai – nilai inilah yang menjadikan agama islam bersifat universal dan inklusif, sebab islam itu turun kedunia ini untuk pedoman umat manusia, bukan sebagai terorisme sebagaimana dilontarkan oleh musuh – musuh islam.
Disamping itu juga islam merupakan agama moralitas yang selalu menghargai hak – hak setiap individu, tentunya islam sebagai agama moralitas jauh dari prasangka – prasangka negatif, yaitu prasngka yang mengatakan bahwa ajaran agama islam adalah ajaran didalamnya menganjurkan suatu kekerasan terhadap orang lain. Prasangka keliru ini begitu bertentangan dengan pandangan islam itu sendiri, dimana pandangan islam itu berbunyi bahwa manusia dibangun atas dasar kebersamaan, kebebasan dan persamaan derajat. Ini artinya bahwa didalam islam tidak mengenal strata sosial dimasyarakat sehingga islampun mudah diterima dikalangan masyarakat bawah maupun masyarakat atas. Oleh karena itulah islam menjadi rujukan dalam mencari kebenaran.
Islam sebagai agama yang harmonis, dapat dibuktikan dengan adanya pelaksanaan ibadah haji, dimana ibadah haji merupakan wujud tanda dari keharmonisan islam. Pelaksanaan yang terjadi setiap satu tahun sekali ini memiliki sisi humanisme yang tidak kalah penting. Dimana haji dilaksanakan dengan pakaian, doa, waktu dan tempat yang sama. Sejarahpun mencatat ketika haji wada ( perpisahan ) Nabi Muhammad memberikan khutbahnya berbunyi “ Ayyuhannas inna di ma’akum wa amwalakum wa ‘iradlakum haramun ‘alaikum kahurmatikum hadza fi syahrikum hadza fib aladikum hadza “. Artinya wahai manusia dari berbagai agama, etnis,dan golongan apapun, sesungguhnya darah, harta dan kehormatan kalian sangat dimuliakan, sebagaimana mulianya hari ini, hari ‘arafah, bulain ini , bulan Dzulhijjah dan negeri ini, makkah. Khutbah yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW merupakan ajakan kepada semua umat manusia untuk menjunjung tinggi hak asasi manusia serta bersikap hamonis. Nabi juga mengatakan bahwa barangsiapa tidak menghargai hak asasi manusia, berarti ia telah menodai kemuliaan hari ‘ arafah bukan Dzulhijjah dan kesucian kota makah. Dengan seperti itu tidak dapat disangsikan bahwasanya agama islam merupakan agama rahmat untuk semua makhluk Tuhan.
Bukti yang telah diuraikan diatas merupakan cerminan tentang ajaran islam bahwa islam mengajarkan sikap ramah terhadap sesama, saling berderma, saling membantu, dan hilanglah penghalang antara kulit putih dengan orang bekulit hitam, hilang pula strata sosial yang ada antara berpangkat dengan orang tidak berpangkat , inilah ajaran islam yang sebenarnya, karena dalam kerangka penyempurnaan moralitas manusia. Nabi pernah bersabda ad – din yusrun ( agama itu kemudahan ) dan agama itu melihat manusia dari dimensi tubuh dan jiwanya. Oleh karenanya agama islam merumuskan tatanan, aturan serta petunjuk bersifat komprehensif.
Selain itu juga teks tersebut diatas menunjukan sebuah sikap tentang “ kasalafiyahan “. Yaitu bahwa kesempurnaan keislaman seseorang harus disertai dengan upaya penghormatan atas jiwa dengan menghindarkan segala bentuk kekerasan dan intimidasi, penghormatan atas hak milik ( properti ) serta profesi seseorang. Jelasnya bahwa penghormatan atas nilai – nilai dan hak asasi manusia ( HAM ) merupakan bagian dalam ajaran islam. Kehadiran islam pamungkas dari agama – agama samawi. Ia memiliki atsar ( peninggalan, bekas ) yang begitu kuatnya untuk mendongkrak nilai – nilai kehidupan, moralitas ( akhlak ) ataupun suatu suri teladan yang baik. Maka dengan teladan yang luhur dan al – akhlaq al – karimah. Dengan tujuan yang dicapainya adalah untuk meninggikan martabat manusia menuju pada kebahagiaan dunia dan akhirat.
Tentang Penulis
Kusworo adalah Mahasiswa Jurusan Dakwah Prodi Bimbingan Konseling Islam di sebuah perguruan tinggi islam yaitu Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri ( STAIN ) Purwokerto, dikampus penulis aktif di LPM OBSESI. Alamat Tempat Tinggal Jln. A. Djaelani gang gunung Cermai Rt 01 / 02. HP. 083862447884. E-Mail : worocerdas@gmail.com. Facebook: worojenius@gmail.com. Blog: sijeniusworo.blogspot.com
DAFTAR PUSTAKA
Jazil, saiful dkk. 2000. Senandung Cinta Jalaluddin Rumi. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.
Shihab, alwi. 2004. Membedah Islam diBarat Menepis Tudingan Meluruskan Kesalahpahaman. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Siroj, Said Aqil. 2006. Tasawuf sebagai kritik sosial. PT MIzan Pustaka. Bandung.
Almascaty, Hilmy Bakar. 2001. Panduan Jihad. Gema Insani Press. Jakarta.
SUMPAH PALSU
MAKALAH
SUMPAH PALSU
Disusun Guna Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Tafsir Hadits Ijtima’ i I
Dosen Pengampu : Elya Munfarida, M.Ag.
Disusun Oleh :
Nama : Kusworo
Nim : 072311017
Prodi : BKI / V
Jurusan : Dakwah
DEPARTEMEN AGAMA
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI ( STAIN )
PURWOKERTO
2009
PENDAHULUAN
Sumpah merupakan sebuah ucapan yang keluar dari mulut dan hal itu sudah tidak asing lagi kita dengar ditelinga, banyak sekali orang – orang baik itu dari kanak – kanak hingga orang tua sebentar – bentar berkata “ aku bersumpah “. Padahal semacam itu merupakan masalah – masalah ringan , karena diharapkan dengan sumpah orang lain yang mendengar akan yakin kepada kita.
Dengan artian bahwa sumpah diera sekarang ini sudah menjadi pasaran yaitu kata sumpah itu sudah tidak mempunyai makna yang urgen. Karena banyaknya orang – ornag berucap sumpah atas nama Allah tetapi kemudian mereka dengan mudah melanggarnya dan fenomena seperti itu sudah merebah dimana – mana dan mudah sekali kita dapati orang yang bersumpah.
Padahal kalau kita back kebelakng, yaitu mengingat kembali orang – orang sholeh para pendahulu kita seperti jaman nabi, sahabat, tabi’in, tabi’it -tabi’in, mereka benar – benar berhati – hati sekali dalam mengeluarkan kata – kata sumpah, sebab kata – kata sumpah sudah menaruh dirinya dihadapan Allah, orang – orang dahulu bersumpah pada masalah – masalah besar, menyangkut kepentingan bersama, masalah yang dimana masalah itu tidak bisa tidak harus dengan melakukan sumpah, itulah gambaran orang – orang sholeh tentang sumpah.
Disini perlu kita tahu bersama bahwa dalam kita bersumpah ada hal – hal yan harus diperhatikan bersama supaya kita tahu betul tentang pentingnya sumpah. Diantara hal – hal yang perlu kita perhatikan yaitu sifat – sifat orang yang sah sumpahnya, pelanggaan terhadap sumpah, itulah sedikit tentang beberapa hal yag harus diperhatikan ketika besumpah, sebab sumpah mempunyai arti yang begitu besar atau arti yang mendalam dan itu bukan sekedar ucapan biasa yang tidak bermakna.
Maka untuk itu kita semua hendaknya harus berhati – hati dalam mengeluarkan kata – kata sumpah jangan sebentar – sebentar sumpah. Dan jangan pula kita dengan sumpah untuk hal – hal yang buruk atau tidak baik atau ingin melarikan diri dari perbuatan jelek kita, atau dapat kita katakan dengan istilah sumpah palsu, dimana dizaman modern ini sumpah palsu sudah menjadi tren.
Kurang bijaksana sekiranya pendahuluan terlalu detail, maka untuk itu alangkah baiknya kit abaca, amati, pelajari dan renungkan kemudian kita praktekan isi dari pada makalah ini, supaya bertambah pengetahuan kita tentang apa itu sumpah. Dengan seperti itu kita tidak menjadi ikut – ikutan untuk melakukan sumpah palsu yang terjadi pada jaman serba canggih ini, selamat mempelajari isid ari makalah ini semoga ada manfaatnya. Amin.
PEMBAHASAN
a.) Pengertian Sumpah
sumpah adalah mentahkikkan sesuatu ( menguatkan ) dengan menyebut nama Allah atau sifat – sifat-Nya1. Sumpah berarti juga memperteguh sesuatu kebenaran dengan menyebut nama Allah atau sifat – sifat-Nya2. Sedangkan orang arab sendiri memberikan nama sumpah dengan sebutan yamin, karena orang arab apabila melakukan sumpah dengan cara memegang tangan kanan orang yang bersumpah. Pengertian diatas mempunyai maksud bahwa sumpah dengan selain nama Allah berarti tidak wajib ditepati. Hal ini tercantum dalam firman Allah surat Al – Maidah 89 yang berbunyi:
89. Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, Maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi Makan sepuluh orang miskin, Yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, Maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya).
Dalam sebuah tafsir ibnu katsir3, menurut pendapat Syafi’i bahwa sumpah tidak disengaja hanya menjadi kebiasaan dalam berbicara seperti ucapan, demi Allah tidak, demi Allah benar. Kemudian menurut Abu Hanifah dan Ahmad bahwa sumpah tidak disengaja yaitu sumpah dalam bergurau atau menurut perkiraan. Dalam surat al-maidah ini menurut tafsir ibnu katsir bahwa Allah akan menuntut kalian terhadap sumpah yang kamu aqadkan ( sunggu – sunguh ) maka jika kamu akan melanggarnya, harus membayar kaffarah tebusan dosanya melanggar sumpah, yaitu memberi makan pada sepuluh orang miskin dari makanan sederhana yang biasa kamu berikan pad anak keluarga, roti dengan samin, roti dengan susu, atau roti dengan kurma yaitu sekenyang mereka makan biasa.
Sedangkan menurut ibnu Abbas r.a. sendiri, bahwa Rasulullah saw. Membayar kafarah satu sha ( 2,5 kg ) kurma dan menganjurkan supaya orang – orang berbuat demikian, sedangkan yang tidak dapat maka satu setengah sha ( 1,5 kg ) gandum. Imam Syafi’i berkata , yang wajib dalam kaffarah sumpah untuk setiap orang miskin diberi satu mud ( 6 ons ) makanan dan tidak membicarakan lauk pauknya.
Imam malik dan Ahmad berkata tentang kaffarah pakaian yaitu yang disebut pakaian yaitu pakaian yang dapat digunakan untuk sholat bagi laki – laki dan wanita. Bebeda dengan Imam Syafi’i , berpendapat bahwa yang disebut pakaian yaitu kemeja, gamis, celana, sarung, sorban, kerudung. Kemudian untuk kaffarah memerdekakan budak, Imam Syafi’i berpendapat budaknya harus yang mukmin. Untuk kaffarah puasa, Malik berpendapat puasanya tidak wajib berturut – turut. Syafi’i, Hanafi, Hambali puasanya harus berturut – turut.
b.) Lafad – lafad Sumpah yang ditentukan Syara4
Untuk lafad – lafad sumpah yang ditentukan oleh syara dan perlu diperhatikan diantaranya Wallahi = Demi Allah, Tallahi = Demi Allah, dan Wamuqallibil qulub = Demi Tuhan yang mebolak balikan hati manusia. Lafad – lafad berikut sesuai dengan hadits nabi yang artinya “ bahwa Allah menengah kamu bersumpah dengan ayah –ayah kamu. Barang siapa yang mau bersumpah, hendaklah ia bersumpah dengan nama Allah atau hendaklah ia berdiam saja “ ( HR. Malik, Bukhari, Shahih Bukhari 4 : 101 ). Dan hadits lain juga berbunyi yang artinya “ barang sipa yang bersumpah dengan selian Allah, maka sungguh ia telah mempersekutukan sesuatu dengan Allah “.( HR. Ahmad, Tirmidzi, Jami’Shaghir 2 : 135 ).
c.) Ciri – cirri Sumpah yang Sah5
1.) Mukallaf ( berakal dan telah baligh ) sumpah anak kecil dan orang gila tidak sah.
2.) Kemauan Sendiri
3.) Sengaja
ciri – ciri tersebut diatas merupakan suatu yang ada didalam orang yang bersumpah , agar sumpah tersbut dikatakan sah, karena apabila sumpah yang dilakukan oleh anak kecil yang belum baligh, maka sumpahnya tidak sah, karena anak kecil tidak termasuk dari bagian ciri –ciri sumpah yang sah. Diterangkan pula dalam suatu al-Qur’an surat Al – Baqarah 224 – 225 yang berbunyi :
224. Jangahlah kamu jadikan (nama) Allah dalam sumpahmu sebagai penghalang untuk berbuat kebajikan, bertakwa dan Mengadakan ishlah di antara manusia. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.
225. Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Allah menghukum kamu disebabkan (sumpahmu) yang disengaja (untuk bersumpah) oleh hatimu. dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.
Surat al-baqarah ayat 224 – 225 tersebut, kemudian kita merujuk kepada tafsir ibnu katsir6, dimana dalam tafsir tersebut, Ibnu Abbas mengartikannya bahwa janganlah kamu jadikan sumpahmu penghalang dirimu untuk berbuat baik, tetapi kamu menebus sumpahmu itu dengan membayar kafarat – nya dan kerjakanlah yang baik.
Abu Musa Al- Asy’ari r.a mengatakan bahwa nabi saw bersabda kepada Abdurrahman bin Samurah, ya Abdurrahman bin Samurah, janganlah kamu meminta jabatan, sebab jika aku serahkan kepadamu bukan karena permintaanmu, niscaya aku akan membantumu, maka jabatan itu sepenuhnya menjadi tanggung jawab kamu sendiri. Dan apabila kamu telah bersumpah, kemudian kamu melihat yang berlawanan dengan sumpahmu itu lebih baik, maka kerjakanlah yang lebih baik itu dan tebuslah sumpahmu itu. ( Bukhari – Muslm ) .
Aisyah r.a mengatakan bahwa sumpah yang tidak disengaja ialah yang sering dikatakan orang dalam pembicaraan, seperti kalimat : “ Tidak demikain demi Allah, dan memang benar demi Allah”. Sekedar untuk mengelak dalam sendau gurau dan yang seperti ini tidak dibebani kafarat, yakni Allah memaafkannya. Adapun harus dibayar kafaratnya ialah jika memang diniatkan dalam hati.
Ibnu Abbas berkata, sumpah yang tidak disengaja ialah mengharamkan apa yang dihalalkan Allah bagimu, yang demikian itu bukan hakmu, karena kamu tidak wajib membayar kafarat.
d.) Sumpah Palsu
sumpah palsu diera sekarang ini sudah merbak dimana – mana dan diberbagai lapisan masyarakat dari lapisan masyarakat bawah hingga lapisan masyarakat atas. Dan orang – orang yang melakukan sumpah palasu itu merasa tenang – tenang saja tidak merasa berdosa sam sekali, padahal sumpah palsu merupakan perbuatan kategori dosa besar. Disini kita perlu tahu bahwa sumpah yang paling buruk ialah yamin ghamus atau kita kenal dengan sumpah dusta atau sumpah palsu. Hal ini sebagai mana tertuang didalam hadits nabi yang artinya “ Abu Hurairah r.a. berkata : nabi saw bersabda : sumpah itu menyegerakan lakunya ( terjual ) barang tetapi menghapuskan berkatnya rizki yang didapat karena sumpah itu “. ( Bukhari – Muslim )7.
Dalam hadits lain juga disebutkan bahwa sumpah palsu termasuk dari dosa besar yang harus kita jauhi sebagai mana hadits berikut ini yang berbunyi 8:
“ Dosa – dosa besar itu ialah memperserikatkan sesuatu dengan Allah, bersumpah palsu ( yakni yang dilakukan untuk mengambil harta orang islam, sedang yang bersumpah itu terang – terangan dusta ). ( HR. Bukhari, Shahih bukhari 4 : 103 ).
Sudahlah jelas tentunya bahwa sumpah palsu itu sangat dilarang karena termasuk dari bagian dosa – dosa besar, tetapi ironisnya bahwa banyak sekali masyarakat sekarang ini banyak melakukan sumpah palsu hanya untuk sekedar kepentingan duniawi, hanya sekedar untuk dapat dipercaya oleh orang lain. Hadits – hadits tersbut diatas merupakan hadits yang berkedudukan shahih, sudah tidak diragukan lagi kebenarannya, sebab perawinya dari imam bukhari dan Muslim.
Perlu kita tahu bersama bahwa sumpah palsu itu tidak dapat ditebus dengan kaffarat. Sumpah palsu yang dilakukan seseorang, hanya membebani orang yang melakukannya kedalam neraka ( kesengsaraan, kehinaan dsb ). Banyaknya orang yang melakukan sumpah palsu dalam suatu masyarakat menandakan bahwa masyarakat tersbut bodoh – bodoh dengan sunpah palsu merupakan indikasi rusaknya suatu moral dan masyarakat yang sudah tidak lagi menjunjung tinggi etika pergaulan agama dan akhlak luhur. Sebab orang yang cerdas dan bermoral baik ia akan lebih berhati – hati menjaga lisannya untuk tidak berucap atau mengeluarkan kata – kata sumpah palsu yang termasuk dosa besar.
PENUTUP
Sumpah palsu merupakan suatu dosa besar kepada Allah, karena orang yang melakukan sumpah dengan nama Allah tetapi untuk suatu hal yang tidak baik atau hal – hal buruk atau juga hanya untuk memenuhi kepentingan nafsu duniawi saja. Banyak hadits yang menyebutkan tentang buruknya sumpah palsu, selain itu juga bahwasanya sumpah palsu itu tidak dapat dibayar dengan kaffarat, ia hanya membebani orang yang melakukan sumpah tersbut.
Disamping itu juga bahwa banyaknya orang yang melakukan sumpah palsu itu menandakan orang itu orang yang bodoh, tidak hanya itu juga, sumpah palsu merupakan indikasi seseorangatau masyarakat yang sudah buruk moralnya. Maka untukb itu kita berdoa agar dijauhkan atau terhindar dari melakukan sumpah palsu dimana nantinya sumpah palsu itu akan menjerumuskan pelakunya pada kehidupan dunia dan akhirat.
DAFTAR PUSTAKA
Rasjid, Sulaiman. 1976. Fiqh Islam. At – Tahiriyah. Jakarta.
Hasbi Ash – Shiddieqy, Teungku Muhammad. 2007. Al – Islam 2. PT. Pustaka Rizki Putra. Semarang.
Penj.Bahreisy, Salim; Bahreisy, Said. 2004. Tafsir Ibnu katsir Jilid 1. PT. Bina Ilmu. Surabaya.
Abdul Baqi, Muhammad Fuad. Penj. Bahreisy, Salim. 2003. Al – Lu’ Lu’ Wal Marjan Jilid 2. PT. Bina Ilmu. Surabaya.
1 Sulaiman Rasjid, Fiqh Islam, At-Tahiriyah, Cet. 17, Jakarta.hal.455.
2 Teungku Muhammad Hasbi Ash – Shiddieqy, Al-Islam, PT. Pustaka Rizki Putra, Cet. 3, Ed. 2. Semarang 2007. hal. 155.
3 Penerjemah : Salim bahreisy; Said Bahreisy, Tafsir Ibnu katsir Jilid I, PT. bina Ilmu, Cet. 4, Surabaya 2004. hal 431 – 433.
4 Teungku Muhammad Hasbi Ash – Shiddieqy, Al – Islam, PT,Pustaka rizki Putra, Cet. 3. Ed. 2, Semarang 2007. hal.156.
5 Sulaiman Rasjid, Fiqh Islam, At – Tahiriyah, Cet. 17, Jakarta 1976. hal.455.
6 Penj. Salim Bahreisy; Said Bahreisy, Tafsir Ibnu Katsir Jilid I, PT. Bina Ilmu, Cet. 4. Surabaya 2004. hal 431 – 433.
7 Muhammad Fuad Abdul Baqi, Penj. Salim bahreisy, Al – Lu’ Lu’ Wal Marjan Jilid 2, PT. Bina Ilmu, Surabaya 2003. Hadits ke-1035. hal 582.
8 Diambil dari buku Al – Islam 2 karya TM.Muhammad Hasbi Ash – Shiddieqy pada hal. 159. penerbit PT. Pustaka rizki Putra.
SUMPAH PALSU
Disusun Guna Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Tafsir Hadits Ijtima’ i I
Dosen Pengampu : Elya Munfarida, M.Ag.
Disusun Oleh :
Nama : Kusworo
Nim : 072311017
Prodi : BKI / V
Jurusan : Dakwah
DEPARTEMEN AGAMA
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI ( STAIN )
PURWOKERTO
2009
PENDAHULUAN
Sumpah merupakan sebuah ucapan yang keluar dari mulut dan hal itu sudah tidak asing lagi kita dengar ditelinga, banyak sekali orang – orang baik itu dari kanak – kanak hingga orang tua sebentar – bentar berkata “ aku bersumpah “. Padahal semacam itu merupakan masalah – masalah ringan , karena diharapkan dengan sumpah orang lain yang mendengar akan yakin kepada kita.
Dengan artian bahwa sumpah diera sekarang ini sudah menjadi pasaran yaitu kata sumpah itu sudah tidak mempunyai makna yang urgen. Karena banyaknya orang – ornag berucap sumpah atas nama Allah tetapi kemudian mereka dengan mudah melanggarnya dan fenomena seperti itu sudah merebah dimana – mana dan mudah sekali kita dapati orang yang bersumpah.
Padahal kalau kita back kebelakng, yaitu mengingat kembali orang – orang sholeh para pendahulu kita seperti jaman nabi, sahabat, tabi’in, tabi’it -tabi’in, mereka benar – benar berhati – hati sekali dalam mengeluarkan kata – kata sumpah, sebab kata – kata sumpah sudah menaruh dirinya dihadapan Allah, orang – orang dahulu bersumpah pada masalah – masalah besar, menyangkut kepentingan bersama, masalah yang dimana masalah itu tidak bisa tidak harus dengan melakukan sumpah, itulah gambaran orang – orang sholeh tentang sumpah.
Disini perlu kita tahu bersama bahwa dalam kita bersumpah ada hal – hal yan harus diperhatikan bersama supaya kita tahu betul tentang pentingnya sumpah. Diantara hal – hal yang perlu kita perhatikan yaitu sifat – sifat orang yang sah sumpahnya, pelanggaan terhadap sumpah, itulah sedikit tentang beberapa hal yag harus diperhatikan ketika besumpah, sebab sumpah mempunyai arti yang begitu besar atau arti yang mendalam dan itu bukan sekedar ucapan biasa yang tidak bermakna.
Maka untuk itu kita semua hendaknya harus berhati – hati dalam mengeluarkan kata – kata sumpah jangan sebentar – sebentar sumpah. Dan jangan pula kita dengan sumpah untuk hal – hal yang buruk atau tidak baik atau ingin melarikan diri dari perbuatan jelek kita, atau dapat kita katakan dengan istilah sumpah palsu, dimana dizaman modern ini sumpah palsu sudah menjadi tren.
Kurang bijaksana sekiranya pendahuluan terlalu detail, maka untuk itu alangkah baiknya kit abaca, amati, pelajari dan renungkan kemudian kita praktekan isi dari pada makalah ini, supaya bertambah pengetahuan kita tentang apa itu sumpah. Dengan seperti itu kita tidak menjadi ikut – ikutan untuk melakukan sumpah palsu yang terjadi pada jaman serba canggih ini, selamat mempelajari isid ari makalah ini semoga ada manfaatnya. Amin.
PEMBAHASAN
a.) Pengertian Sumpah
sumpah adalah mentahkikkan sesuatu ( menguatkan ) dengan menyebut nama Allah atau sifat – sifat-Nya1. Sumpah berarti juga memperteguh sesuatu kebenaran dengan menyebut nama Allah atau sifat – sifat-Nya2. Sedangkan orang arab sendiri memberikan nama sumpah dengan sebutan yamin, karena orang arab apabila melakukan sumpah dengan cara memegang tangan kanan orang yang bersumpah. Pengertian diatas mempunyai maksud bahwa sumpah dengan selain nama Allah berarti tidak wajib ditepati. Hal ini tercantum dalam firman Allah surat Al – Maidah 89 yang berbunyi:
89. Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, Maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi Makan sepuluh orang miskin, Yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, Maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya).
Dalam sebuah tafsir ibnu katsir3, menurut pendapat Syafi’i bahwa sumpah tidak disengaja hanya menjadi kebiasaan dalam berbicara seperti ucapan, demi Allah tidak, demi Allah benar. Kemudian menurut Abu Hanifah dan Ahmad bahwa sumpah tidak disengaja yaitu sumpah dalam bergurau atau menurut perkiraan. Dalam surat al-maidah ini menurut tafsir ibnu katsir bahwa Allah akan menuntut kalian terhadap sumpah yang kamu aqadkan ( sunggu – sunguh ) maka jika kamu akan melanggarnya, harus membayar kaffarah tebusan dosanya melanggar sumpah, yaitu memberi makan pada sepuluh orang miskin dari makanan sederhana yang biasa kamu berikan pad anak keluarga, roti dengan samin, roti dengan susu, atau roti dengan kurma yaitu sekenyang mereka makan biasa.
Sedangkan menurut ibnu Abbas r.a. sendiri, bahwa Rasulullah saw. Membayar kafarah satu sha ( 2,5 kg ) kurma dan menganjurkan supaya orang – orang berbuat demikian, sedangkan yang tidak dapat maka satu setengah sha ( 1,5 kg ) gandum. Imam Syafi’i berkata , yang wajib dalam kaffarah sumpah untuk setiap orang miskin diberi satu mud ( 6 ons ) makanan dan tidak membicarakan lauk pauknya.
Imam malik dan Ahmad berkata tentang kaffarah pakaian yaitu yang disebut pakaian yaitu pakaian yang dapat digunakan untuk sholat bagi laki – laki dan wanita. Bebeda dengan Imam Syafi’i , berpendapat bahwa yang disebut pakaian yaitu kemeja, gamis, celana, sarung, sorban, kerudung. Kemudian untuk kaffarah memerdekakan budak, Imam Syafi’i berpendapat budaknya harus yang mukmin. Untuk kaffarah puasa, Malik berpendapat puasanya tidak wajib berturut – turut. Syafi’i, Hanafi, Hambali puasanya harus berturut – turut.
b.) Lafad – lafad Sumpah yang ditentukan Syara4
Untuk lafad – lafad sumpah yang ditentukan oleh syara dan perlu diperhatikan diantaranya Wallahi = Demi Allah, Tallahi = Demi Allah, dan Wamuqallibil qulub = Demi Tuhan yang mebolak balikan hati manusia. Lafad – lafad berikut sesuai dengan hadits nabi yang artinya “ bahwa Allah menengah kamu bersumpah dengan ayah –ayah kamu. Barang siapa yang mau bersumpah, hendaklah ia bersumpah dengan nama Allah atau hendaklah ia berdiam saja “ ( HR. Malik, Bukhari, Shahih Bukhari 4 : 101 ). Dan hadits lain juga berbunyi yang artinya “ barang sipa yang bersumpah dengan selian Allah, maka sungguh ia telah mempersekutukan sesuatu dengan Allah “.( HR. Ahmad, Tirmidzi, Jami’Shaghir 2 : 135 ).
c.) Ciri – cirri Sumpah yang Sah5
1.) Mukallaf ( berakal dan telah baligh ) sumpah anak kecil dan orang gila tidak sah.
2.) Kemauan Sendiri
3.) Sengaja
ciri – ciri tersebut diatas merupakan suatu yang ada didalam orang yang bersumpah , agar sumpah tersbut dikatakan sah, karena apabila sumpah yang dilakukan oleh anak kecil yang belum baligh, maka sumpahnya tidak sah, karena anak kecil tidak termasuk dari bagian ciri –ciri sumpah yang sah. Diterangkan pula dalam suatu al-Qur’an surat Al – Baqarah 224 – 225 yang berbunyi :
224. Jangahlah kamu jadikan (nama) Allah dalam sumpahmu sebagai penghalang untuk berbuat kebajikan, bertakwa dan Mengadakan ishlah di antara manusia. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.
225. Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Allah menghukum kamu disebabkan (sumpahmu) yang disengaja (untuk bersumpah) oleh hatimu. dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.
Surat al-baqarah ayat 224 – 225 tersebut, kemudian kita merujuk kepada tafsir ibnu katsir6, dimana dalam tafsir tersebut, Ibnu Abbas mengartikannya bahwa janganlah kamu jadikan sumpahmu penghalang dirimu untuk berbuat baik, tetapi kamu menebus sumpahmu itu dengan membayar kafarat – nya dan kerjakanlah yang baik.
Abu Musa Al- Asy’ari r.a mengatakan bahwa nabi saw bersabda kepada Abdurrahman bin Samurah, ya Abdurrahman bin Samurah, janganlah kamu meminta jabatan, sebab jika aku serahkan kepadamu bukan karena permintaanmu, niscaya aku akan membantumu, maka jabatan itu sepenuhnya menjadi tanggung jawab kamu sendiri. Dan apabila kamu telah bersumpah, kemudian kamu melihat yang berlawanan dengan sumpahmu itu lebih baik, maka kerjakanlah yang lebih baik itu dan tebuslah sumpahmu itu. ( Bukhari – Muslm ) .
Aisyah r.a mengatakan bahwa sumpah yang tidak disengaja ialah yang sering dikatakan orang dalam pembicaraan, seperti kalimat : “ Tidak demikain demi Allah, dan memang benar demi Allah”. Sekedar untuk mengelak dalam sendau gurau dan yang seperti ini tidak dibebani kafarat, yakni Allah memaafkannya. Adapun harus dibayar kafaratnya ialah jika memang diniatkan dalam hati.
Ibnu Abbas berkata, sumpah yang tidak disengaja ialah mengharamkan apa yang dihalalkan Allah bagimu, yang demikian itu bukan hakmu, karena kamu tidak wajib membayar kafarat.
d.) Sumpah Palsu
sumpah palsu diera sekarang ini sudah merbak dimana – mana dan diberbagai lapisan masyarakat dari lapisan masyarakat bawah hingga lapisan masyarakat atas. Dan orang – orang yang melakukan sumpah palasu itu merasa tenang – tenang saja tidak merasa berdosa sam sekali, padahal sumpah palsu merupakan perbuatan kategori dosa besar. Disini kita perlu tahu bahwa sumpah yang paling buruk ialah yamin ghamus atau kita kenal dengan sumpah dusta atau sumpah palsu. Hal ini sebagai mana tertuang didalam hadits nabi yang artinya “ Abu Hurairah r.a. berkata : nabi saw bersabda : sumpah itu menyegerakan lakunya ( terjual ) barang tetapi menghapuskan berkatnya rizki yang didapat karena sumpah itu “. ( Bukhari – Muslim )7.
Dalam hadits lain juga disebutkan bahwa sumpah palsu termasuk dari dosa besar yang harus kita jauhi sebagai mana hadits berikut ini yang berbunyi 8:
“ Dosa – dosa besar itu ialah memperserikatkan sesuatu dengan Allah, bersumpah palsu ( yakni yang dilakukan untuk mengambil harta orang islam, sedang yang bersumpah itu terang – terangan dusta ). ( HR. Bukhari, Shahih bukhari 4 : 103 ).
Sudahlah jelas tentunya bahwa sumpah palsu itu sangat dilarang karena termasuk dari bagian dosa – dosa besar, tetapi ironisnya bahwa banyak sekali masyarakat sekarang ini banyak melakukan sumpah palsu hanya untuk sekedar kepentingan duniawi, hanya sekedar untuk dapat dipercaya oleh orang lain. Hadits – hadits tersbut diatas merupakan hadits yang berkedudukan shahih, sudah tidak diragukan lagi kebenarannya, sebab perawinya dari imam bukhari dan Muslim.
Perlu kita tahu bersama bahwa sumpah palsu itu tidak dapat ditebus dengan kaffarat. Sumpah palsu yang dilakukan seseorang, hanya membebani orang yang melakukannya kedalam neraka ( kesengsaraan, kehinaan dsb ). Banyaknya orang yang melakukan sumpah palsu dalam suatu masyarakat menandakan bahwa masyarakat tersbut bodoh – bodoh dengan sunpah palsu merupakan indikasi rusaknya suatu moral dan masyarakat yang sudah tidak lagi menjunjung tinggi etika pergaulan agama dan akhlak luhur. Sebab orang yang cerdas dan bermoral baik ia akan lebih berhati – hati menjaga lisannya untuk tidak berucap atau mengeluarkan kata – kata sumpah palsu yang termasuk dosa besar.
PENUTUP
Sumpah palsu merupakan suatu dosa besar kepada Allah, karena orang yang melakukan sumpah dengan nama Allah tetapi untuk suatu hal yang tidak baik atau hal – hal buruk atau juga hanya untuk memenuhi kepentingan nafsu duniawi saja. Banyak hadits yang menyebutkan tentang buruknya sumpah palsu, selain itu juga bahwasanya sumpah palsu itu tidak dapat dibayar dengan kaffarat, ia hanya membebani orang yang melakukan sumpah tersbut.
Disamping itu juga bahwa banyaknya orang yang melakukan sumpah palsu itu menandakan orang itu orang yang bodoh, tidak hanya itu juga, sumpah palsu merupakan indikasi seseorangatau masyarakat yang sudah buruk moralnya. Maka untukb itu kita berdoa agar dijauhkan atau terhindar dari melakukan sumpah palsu dimana nantinya sumpah palsu itu akan menjerumuskan pelakunya pada kehidupan dunia dan akhirat.
DAFTAR PUSTAKA
Rasjid, Sulaiman. 1976. Fiqh Islam. At – Tahiriyah. Jakarta.
Hasbi Ash – Shiddieqy, Teungku Muhammad. 2007. Al – Islam 2. PT. Pustaka Rizki Putra. Semarang.
Penj.Bahreisy, Salim; Bahreisy, Said. 2004. Tafsir Ibnu katsir Jilid 1. PT. Bina Ilmu. Surabaya.
Abdul Baqi, Muhammad Fuad. Penj. Bahreisy, Salim. 2003. Al – Lu’ Lu’ Wal Marjan Jilid 2. PT. Bina Ilmu. Surabaya.
1 Sulaiman Rasjid, Fiqh Islam, At-Tahiriyah, Cet. 17, Jakarta.hal.455.
2 Teungku Muhammad Hasbi Ash – Shiddieqy, Al-Islam, PT. Pustaka Rizki Putra, Cet. 3, Ed. 2. Semarang 2007. hal. 155.
3 Penerjemah : Salim bahreisy; Said Bahreisy, Tafsir Ibnu katsir Jilid I, PT. bina Ilmu, Cet. 4, Surabaya 2004. hal 431 – 433.
4 Teungku Muhammad Hasbi Ash – Shiddieqy, Al – Islam, PT,Pustaka rizki Putra, Cet. 3. Ed. 2, Semarang 2007. hal.156.
5 Sulaiman Rasjid, Fiqh Islam, At – Tahiriyah, Cet. 17, Jakarta 1976. hal.455.
6 Penj. Salim Bahreisy; Said Bahreisy, Tafsir Ibnu Katsir Jilid I, PT. Bina Ilmu, Cet. 4. Surabaya 2004. hal 431 – 433.
7 Muhammad Fuad Abdul Baqi, Penj. Salim bahreisy, Al – Lu’ Lu’ Wal Marjan Jilid 2, PT. Bina Ilmu, Surabaya 2003. Hadits ke-1035. hal 582.
8 Diambil dari buku Al – Islam 2 karya TM.Muhammad Hasbi Ash – Shiddieqy pada hal. 159. penerbit PT. Pustaka rizki Putra.
Langganan:
Postingan (Atom)
